MUARA BADAK, 30 April 2026 – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara kembali melakukan langkah proaktif dalam menindaklanjuti kebijakan pusat terkait penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Untuk wilayah Kecamatan Muara Badak, tercatat sebanyak 1.491 jiwa kepesertaan telah dinonaktifkan oleh pemerintah pusat berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026.
Dalam sosialisasi yang digelar di Muara Badak, Dinas Sosial memaparkan bahwa penonaktifan ini berkaitan erat dengan penerapan Data Terpadu Standar Ekonomi Nasional (DTSEN). Diketahui, terdapat 39 variabel lengkap yang digunakan dalam DTSEN untuk menentukan pemeringkatan desil atau tingkat kesejahteraan masyarakat. Variabel tersebut mencakup kondisi individu, pendidikan, kesehatan, hingga aset keluarga seperti kondisi tempat tinggal dan kepemilikan barang elektronik.
Kepala Dinas Sosial Kukar, Rinda Desianti, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa ke-39 variabel inilah yang sangat memengaruhi posisi desil warga dalam basis data kemiskinan. Menariknya, pola pengaruh variabel ini tidak selalu sama di setiap daerah karena sangat bergantung pada kondisi geografis dan karakteristik wilayah masing-masing. Hal inilah yang menyebabkan pemeringkatan desil di berbagai wilayah memiliki pola yang tidak menentu dan sangat dinamis.



“Setiap variabel dalam DTSEN memiliki bobot yang akan menentukan apakah seseorang masuk dalam Desil 1-5 atau di luar itu. Karena kondisi setiap desa di Muara Badak berbeda, kami meminta para Puskesos dan RT untuk benar-benar teliti dalam melakukan verifikasi dan validasi lapangan terhadap 1.491 warga kita tersebut,” ungkapnya.
Langkah verifikasi ini menjadi krusial agar warga yang benar-benar membutuhkan namun sempat dinonaktifkan dapat segera diusulkan kembali melalui proses reaktivasi. Hal ini dilakukan demi memastikan hak masyarakat Muara Badak untuk mendapatkan fasilitas kesehatan tetap terpenuhi tanpa hambatan administratif.
Melalui pembaruan data yang akurat oleh garda terdepan di tingkat RT dan desa, Dinas Sosial optimis ketepatan sasaran perlindungan sosial di Kutai Kartanegara akan semakin meningkat sesuai dengan visi Kukar Idaman Terbaik.











































