MUARA JAWA – Sinergi lintas instansi diperlihatkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Sosial Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dan Pemerintah Kecamatan Muara Jawa. Ketiganya berkolaborasi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang ditujukan bagi 50 warga penerima manfaat di wilayah Muara Jawa.
Agenda strategis yang diinisiasi oleh Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim ini dirancang khusus untuk mematangkan kesiapan, pengetahuan, serta keterampilan teknis para pelaku usaha lokal dalam mengelola bantuan modal yang akan mereka terima.
Saat membuka acara secara resmi, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Provinsi Kaltim, Saprudin Saida Panda, menekankan pentingnya komitmen penerima manfaat dalam mengelola bantuan ini secara berkelanjutan. Bantuan UEP bukan sekadar stimulan modal sesaat, melainkan instrumen jangka panjang pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian finansial keluarga.
“Kami sangat berharap bantuan yang disalurkan ini dirawat dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Maksimalkan pembekalan dari bimtek ini agar usaha yang dirintis mampu mendongkrak pendapatan harian sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga masing-masing,” ujar Saprudin.
Program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas ini menyasar berbagai sektor usaha mikro potensial di Muara Jawa. Ragam jenis usaha tersebut meliputi kuliner (jualan makanan, minuman, kue, dan gorengan), jasa menjahit, hingga sektor budidaya dan ketahanan pangan seperti peternakan ayam serta budidaya kolam ikan.
Melalui pelaksanaan bimtek kolaboratif ini, ke-50 peserta tidak hanya diajarkan cara mengelola manajemen keuangan usaha, tetapi juga dibekali strategi menjaga konsistensi produksi serta cara membangun daya saing pasar agar usaha mereka dapat terus berkembang secara mandiri.
Ker kerja sama erat antara Dinsos Kaltim, Dinsos Kukar, dan pihak Kecamatan Muara Jawa ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya wirausahawan baru di tingkat akar rumput yang tangguh, sekaligus menjadi pilar penting dalam menekan angka kemiskinan daerah secara tepat sasaran.